Seorang
teman dengan “bahasa”nya sendiri, mengingatkan…
Memaafkan merupakan cara
memutuskan “karma” yang paling efektif; baik memaafkan diri sendiri, maupun
memaafkan orang lain.
Perlakuan negatif orang lain
terhadap kita, bisa jadi dimaksudkan untuk membayar karma kita. Karena
itu, bila kita membalasnya setimpal, berarti kita tidak menutup “karma”,
apalagi kalau kita membalasnya lebih, malah kita membuat “karma”
baru. Setiap kita memilih untuk tidak membalas, artinya kita telah
memutuskan “karma” lama satu demi satu. …
Terima kasih untuk selalu
mengingatkan…. Bagi saya, intinya, apapun yang kita “peroleh” adalah “buah”
dari perbuatan kita sendiri. Apapun yang tampil di hadapan kita, adalah
cerminan dari apa yang ada di dalam diri juga…. Introspeksi, nomer satu.
Lepaskan ego.... Sadari, lalu, akui… dan terima dengan lapang hati.
Memaafkan…? Ya sudah tentulah ….
kalau sudah menyadari segalanya bersumber dari dalam diri, masak mau
menyalahkan “orang di luar sana” lagi? Sikap yang lebih tepat ya bersyukur yaa…
karena ternyata, mereka yang sudah berhasil “menyakiti” kita itu sebenarnya justru sudah
melakukan “tugas” mereka terhadap kita, menampakkan “debu-batin” kita dan mengingatkan
kita untuk terus melakukan “pembersihan batin”….
Hmmmhhhh…. A reminder for
myself…. Dududuuuu…lalalaaaa…. ^u^…. laalaaaa.... ^u^...

0 comments:
Post a Comment